Kepahiang – Gelombang desakan agar kematian Gita Fitri Ramadi diusut secara transparan terus menguat. Ratusan warga Desa Batu Bandung, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, kompak mengibarkan bendera kuning sebagai simbol duka sekaligus bentuk tuntutan agar proses otopsi dilakukan secara terbuka dan tidak ada fakta yang ditutup-tutupi.
Aksi warga ini berlangsung sejak pagi hari. Sepanjang jalan desa hingga depan rumah keluarga almarhumah, bendera kuning terpasang sebagai tanda bahwa duka masih menyelimuti kampung tersebut. Namun di balik suasana duka, terselip kegelisahan dan tanda tanya besar atas penyebab kematian Gita yang dinilai janggal.
Menurut warga, transparansi hasil otopsi menjadi kunci untuk meredam keresahan yang berkembang di tengah masyarakat. Mereka berharap proses pembuktian dilakukan secara ilmiah, disaksikan pihak keluarga, dan hasilnya diumumkan secara resmi agar tidak memunculkan asumsi liar.
Keluarga almarhumah juga menyatakan sikap serupa. Mereka meminta agar proses hukum berjalan objektif dan profesional. “Kami ingin semuanya jelas. Jangan sampai ada fakta yang disembunyikan lakukan sesuai prosedur,” ujar pihak keluarga dengan nada harap.
Pantauan di lapangan, aparat kepolisian tampak berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif. Hingga berita ini diturunkan, suasana di Desa Batu Bandung relatif aman meski tuntutan warga agar kasus ini dibuka secara terang terus bergema.
Warga berharap aparat dapat segera memberikan kepastian hukum agar polemik tidak semakin melebar. Mereka menegaskan, aksi pengibaran bendera kuning bukan bentuk perlawanan, melainkan simbol duka dan seruan agar keadilan ditegakkan seterang-terangnya.(Redaksi)














