Gas Pol Bangun Desa! Usai Dilantik, Kades Tebat Monok Tancap Gas Realisasikan Program dan Ajak Warga Bersatu

Kepahiang – Pemerintah Desa Tebat Monok langsung bergerak cepat pasca dilantiknya Zulkarnain sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) pada April 2025 lalu. Bersama perangkat desa, ia memastikan seluruh program yang telah dirancang sebelumnya tetap berjalan tanpa perubahan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hal ini disampaikan Zulkarnain saat ditemui pada Selasa (21/4/2026), didampingi Sekretaris Desa Rodi Yansah, SH. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah disusun melalui musyawarah desa (musdes) dan tertuang dalam APBDes 2025.

“Program yang sudah direncanakan sebelumnya tetap kita jalankan. Tidak ada perubahan, semua sesuai dengan mekanisme dan aturan. Baik pembangunan fisik maupun program pemberdayaan masyarakat terus kita realisasikan,” ungkap Zulkarnain.

Sejumlah pembangunan fisik telah berhasil direalisasikan, di antaranya pembangunan jalan rabat beton sepanjang 80 meter, rehabilitasi siring, serta pemasangan 10 unit lampu jalan yang kini telah dinikmati masyarakat. Tak hanya itu, program ketahanan pangan melalui penanaman jagung yang dikelola BUMDes juga telah berjalan dengan baik.

“Pembangunan fisik menjadi salah satu prioritas, namun program lain juga tidak kalah penting. Kita juga fokus pada ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemdes Tebat Monok juga tetap menjalankan program prioritas nasional seperti penanganan stunting melalui kegiatan posyandu, serta program pemberdayaan masyarakat. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) juga telah disalurkan kepada 39 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara berkala sepanjang tahun anggaran 2025.

“Program stunting terus dijalankan oleh ibu-ibu posyandu, pemberdayaan masyarakat juga tetap berjalan. Untuk BLT-DD, sudah kita salurkan kepada 39 KPM sesuai ketentuan,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, Zulkarnain menegaskan akan tetap berpegang pada aturan dan prioritas program meskipun di tengah efisiensi anggaran. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Tebat Monok untuk bersatu dan berperan aktif dalam pembangunan desa.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun desa. Tanpa dukungan warga, pembangunan tidak akan maksimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung kehadiran Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan dapat menjadi peluang baru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa ke depan.

“Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, tentu akan menambah nilai ekonomi bagi masyarakat. Namun yang paling utama adalah kita tetap menjaga situasi desa agar kondusif, aman, dan nyaman,” pungkasnya.(Advetorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *