Bengkulu – Isu operasi tangkap tangan (OTT) yang disebut-sebut dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Rejang Lebong pada Senin (9/3/2026) semakin menguat. Pasalnya, ruang kerja Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong di kompleks perkantoran Pemkab terlihat telah dipasangi segel KPK.
Pemasangan segel tersebut sontak memicu perhatian publik dan awak media. Hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa saja oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang diduga terjaring dalam operasi senyap lembaga antirasuah tersebut.
namun dugaan menguat pada beberapa informasi yang beredar dalam operasi tersebut tim KPK mengamankan lima orang, yakni Bupati Rejang Lebong, Intan Larasita Fikri yang merupakan istri bupati, Hary Eko Purnomo, S.T., M.T selaku Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong, seorang kontraktor berinisial Yongki, serta seorang pengusaha.
Pantauan di lokasi, pintu ruang kerja Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong tampak tertutup rapat dengan segel yang terpasang. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya proses hukum yang sedang berjalan terkait dugaan tindak pidana korupsi.
Situasi di lingkungan kantor Pemkab Rejang Lebong juga terlihat berbeda dari biasanya. Sejumlah pejabat yang biasanya terlihat beraktivitas di kantor pemerintahan justru tidak tampak di lokasi.
Bahkan, pasca mencuatnya kabar OTT KPK tersebut, beberapa pejabat Pemkab Rejang Lebong dikabarkan sulit dihubungi. Kondisi ini menambah spekulasi bahwa operasi senyap KPK memang menyasar pejabat penting di daerah tersebut.
Sementara itu, awak media di Bengkulu masih terus menunggu keterangan resmi dari KPK terkait kabar operasi tangkap tangan yang menghebohkan tersebut.
Rumah Dinas Bupati Terlihat Sepi
Tidak hanya di kantor pemerintahan, suasana berbeda juga terlihat di rumah dinas Bupati Rejang Lebong. Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi rumah dinas tampak lengang dan tidak terlihat aktivitas mencolok.
Gerbang rumah dinas terlihat tertutup rapat. Area sekitar rumah dinas yang biasanya cukup ramai aktivitas pejabat maupun tamu kini tampak lebih sepi dari biasanya.
Beberapa petugas terlihat berjaga di sekitar lokasi, namun tidak terlihat adanya aktivitas keluar masuk pejabat maupun tamu.
Selain itu, kendaraan dinas yang biasanya terparkir di halaman rumah dinas juga terlihat jauh lebih sedikit dari hari-hari sebelumnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memberikan keterangan resmi terkait detail operasi tangkap tangan yang disebut-sebut terjadi di Kabupaten Rejang Lebong dan diduga melibatkan pejabat tinggi di daerah tersebut.
Perkembangan kasus ini masih terus dinantikan publik, mengingat dugaan OTT KPK di daerah tersebut berpotensi menyeret sejumlah nama penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.(Rik)














