Besok Genap Sepekan, BPOM Diberi Tenggat Waktu Umumkan Hasil Uji Lab Menu MBG yang Diduga Sebabkan Keracunan

KEPAHIANG – Kasus dugaan keracunan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang hingga kini masih menyita perhatian publik. Besok, Rabu (10/6/2026), genap satu pekan sejak insiden yang menyebabkan belasan orang mengalami gangguan kesehatan tersebut terjadi.

Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para korban.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, H. Tajri Fauzan, S.KM., M.Si., menjelaskan bahwa sampel makanan MBG telah dikirim ke laboratorium BPOM sejak kejadian berlangsung. Selain sampel makanan, sisa muntahan dari sejumlah korban juga turut dikirim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Tajri, secara umum hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan biasanya dapat diketahui dalam waktu sekitar tiga hari. Namun hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil resmi dari BPOM.

“Besok genap seminggu. Kita menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah makanan MBG tersebut terkontaminasi dan menjadi penyebab indikasi keracunan atau hanya reaksi alergi dari sebagian penerima makanan,” ujar Tajri, Selasa (9/6/2026).

Ia menegaskan, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang terkait insiden tersebut.

“Dinas Kesehatan akan menyampaikan hasilnya kepada publik. Saat ini masyarakat memang menunggu kepastian dari hasil uji laboratorium menu MBG tersebut,” tambahnya.

Diketahui, insiden dugaan keracunan ini merupakan kasus pertama yang terjadi sejak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kepahiang. Sedikitnya 16 orang yang terdiri dari pelajar, guru, dan penjaga sekolah dilaporkan mengalami gejala seperti gatal-gatal, mual, muntah, pusing, sesak napas, serta kondisi tubuh lemas setelah menyantap menu MBG pada 4 Juni 2026 lalu.

Menu yang dikonsumsi saat itu antara lain perkedel tahu, sambal telur, tumis kol dan jagung, nasi, serta buah salak yang diproduksi oleh SPPG Desa Taba Tebelet.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh pihak masih menunggu hasil resmi dari BPOM yang akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kejadian tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kepahiang.(Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *