Kepahiang – Komando Distrik Militer (Kodim) 0409 Rejang Lebong melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang direncanakan sebagai pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Kepahiang.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0409 Rejang Lebong Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada, M.Tr Opsla sebagai langkah awal memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan untuk mendukung program strategis nasional tersebut.
“Hari ini kami dari Kodim melaksanakan peninjauan untuk lahan Yonif TP di wilayah Kepahiang,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari program Presiden RI Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus mendorong pemanfaatan lahan tidur agar lebih produktif.
“Yonif TP ini adalah program presiden. Nantinya setiap kabupaten direncanakan memiliki satu batalyon sebagai bagian dari penguatan pertahanan wilayah,” jelasnya.
Untuk Kabupaten Kepahiang, lahan yang disiapkan mencapai sekitar 50 hektare. Lahan tersebut berasal dari eks Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Trisula Ulung Mega Surya (TUM) yang telah berakhir sejak tahun 2021.
“Dari lahan eks HGU PT TUM yang sudah habis masa berlakunya pada 2021, sekitar 50 hektare akan dimanfaatkan untuk pembangunan batalyon TP,” ungkap Agung.
Lebih lanjut disampaikan, pembangunan fisik batalyon akan dilaksanakan langsung oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI). Sementara itu, pemerintah daerah bersama Kodim bertugas menyiapkan lahan serta mendukung proses awal pembangunan.
“Pembangunan nanti dilakukan oleh Kemhan, sedangkan kita di daerah fokus pada penyiapan lahan. Saat ini lahan sudah disiapkan oleh pemerintah daerah,” tambahnya.
Terkait personel, Agung menyebutkan bahwa saat ini calon prajurit Yonif TP masih menjalani pendidikan. Diperkirakan dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan, ratusan personel akan mulai ditempatkan di wilayah Kepahiang.
“Saat ini personel masih dalam tahap pendidikan. Kemungkinan sekitar tiga bulan lagi akan mulai masuk ke Kepahiang dengan jumlah sekitar 500 hingga 600 personel,” tutupnya.
Pembangunan batalyon ini diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kepahiang.
(Rik)














