Busana Berubah, Otopsi Dilakukan, PH Keluarga Soroti Kejanggalan Baru

KEPAHIANG – Kasus kematian Gita Fitri Ramadani atau yang akrab di sapa Mon (25) kian menyisakan tanda tanya besar? Di tengah proses hukum yang memasuki babak baru dengan dilakukannya otopsi terhadap jasad korban, pihak keluarga melalui Penasehat Hukum (PH) kembali mengungkap sederet kejanggalan yang dinilai memperkuat dugaan bahwa peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian dari Polres Kepahiang telah menetapkan satu orang tersangka berinisial MK (57), pemilik kebun bersentrum, dengan sangkaan pasal kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Penetapan tersangka sempat memberi secercah kelegaan bagi keluarga. Namun, rasa lega itu tak berlangsung lama. Keluarga menilai pasal yang dikenakan masih terlalu sederhana dibanding sejumlah fakta yang dinilai janggal dan belum terungkap secara terang benderang.

Makam Dibongkar, Organ Diambil untuk Uji Forensik

Pada Selasa, 3 Maret 2026, makam Gita Fitri resmi dibongkar untuk kepentingan penyelidikan lanjutan. Proses ekshumasi itu dilakukan guna memastikan penyebab kematian korban secara ilmiah dan objektif.

Dari hasil pembongkaran, tim forensik mengambil sejumlah sampel organ tubuh korban, di antaranya bagian jantung serta cairan sisa makanan. Sampel tersebut langsung dibawa untuk dilakukan otopsi mendalam.

Langkah ini dinilai krusial. Pasalnya, menurut pihak keluarga, kasus ini terlalu prematur jika hanya disimpulkan sebagai kecelakaan akibat kelalaian semata.

Kejanggalan Baru: Busana Korban Berubah

Kembali ke pokok persoalan, Penasehat Hukum keluarga korban, Rustam Efendi, membeberkan kejanggalan baru yang kini menjadi sorotan serius.

Jika sebelumnya publik dibuat bertanya-tanya atas hilangnya telepon genggam milik korban, kini muncul fakta lain yang tak kalah mencurigakan: busana yang dikenakan korban saat ditemukan.

“Berdasarkan keterangan keluarga, almarhumah saat keluar dari rumah mengenakan celana panjang. Namun saat ditemukan, kondisinya berbeda. Ini fakta yang tidak bisa diabaikan,” tegas Rustam.

Perbedaan tersebut, lanjutnya, menimbulkan pertanyaan besar: apakah ada pihak lain yang terlibat? Ataukah ada peristiwa lain sebelum korban ditemukan tak bernyawa?

Keluarga Minta Pengusutan Terbuka

PH keluarga menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi. Namun mereka mendesak agar seluruh proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan terbuka kepada publik.

“Kami hanya ingin kebenaran. Jika ini murni kecelakaan, buktikan secara ilmiah. Tapi jika ada unsur lain, maka harus diungkap tanpa ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

Kini, publik menanti hasil otopsi yang diharapkan mampu menjawab misteri kematian Gita Fitri. Apakah benar ini sekadar kelalaian, atau ada fakta yang lebih kelam tersembunyi di balik peristiwa tragis tersebut?

(Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *