Kepahiang – Warga Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kantong plastik, Minggu (10/5/2026). Peristiwa memilukan tersebut sontak mengundang keprihatinan masyarakat sekitar.
Bayi yang diduga baru saja dilahirkan itu ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam plastik, membuat warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan ke lokasi. Suasana haru dan prihatin pun menyelimuti lokasi penemuan bayi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bayi laki-laki itu diduga baru dilahirkan sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan tersebut memunculkan dugaan adanya aksi pembuangan bayi yang dinilai sangat tidak manusiawi.
Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda melalui Kasat Reskrim Polres Kepahiang, IPTU Bintang Yudha Gama, membenarkan adanya penemuan bayi laki-laki di wilayah Kecamatan Bermani Ilir tersebut.
“Benar ada penemuan bayi di daerah Bermani Ilir. Untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” ujar IPTU Bintang Yudha Gama.
Ia menjelaskan, penemuan bayi tersebut bermula dari laporan masyarakat yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh personel kepolisian dengan mendatangi lokasi kejadian.
Saat ditemukan, kondisi bayi berada di dalam kantong plastik dan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Petugas Satreskrim Polres Kepahiang yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad bayi ke rumah sakit guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk bayi sudah kami bawa ke rumah sakit. Pihak-pihak terkait akan kami periksa,” tambah Kasat Reskrim.
Pihak kepolisian memastikan akan mendalami kasus tersebut dan memeriksa sejumlah pihak guna mengungkap siapa pelaku maupun orang tua yang diduga tega membuang bayi tersebut.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik dugaan aksi pembuangan bayi yang menghebohkan masyarakat Kecamatan Bermani Ilir tersebut.(Redaksi)














