KEPAHIANG — Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP., menegaskan kualitas pekerjaan menjadi hal mutlak dalam pelaksanaan proyek pembangunan fisik yang bersumber dari APBD Kabupaten Kepahiang Tahun Anggaran 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Zurdi Nata saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah pembangunan fisik di Kabupaten Kepahiang, Selasa (21/09/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati turun langsung meninjau lokasi pekerjaan didampingi Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, serta sejumlah staf terkait.
Monev dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Kenapa kita mau lihat ini secara langsung? Kita mau tahu progres sampai mana proyek ini dikerjakan dan sampai mana proyek ini terlaksana sampai saat ini,” ujar Zurdi Nata.
Menurutnya, pengawasan secara langsung penting dilakukan karena pembangunan tersebut menggunakan anggaran daerah yang bersumber dari uang rakyat. Karena itu, setiap pekerjaan harus dikawal agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan.
Berdasarkan keterangan pihak ketiga dan pengawas di lapangan, secara umum progres sejumlah pembangunan fisik yang ditinjau berjalan sesuai rencana. Bahkan, terdapat pekerjaan yang progresnya telah melampaui target.
Meski demikian, Bupati meminta pengawas lebih aktif berada di lapangan dan tidak hanya melakukan pemantauan dari kantor.
Ia meminta setiap perkembangan pekerjaan disampaikan secara akurat sehingga pemerintah daerah dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
“Kami mohon juga kepada pengawas di lapangan, jangan di kantor. Harapan kita, hasil progresnya disampaikan, bila perlu per hari, dan sampaikan yang sebenar-benarnya. Jangan asal pasang saja. Kita mau tahu betul sampai mana pekerjaan,” tegasnya.
Selain persoalan progres dan pengawasan, Zurdi Nata juga mengingatkan pihak ketiga serta para pekerja untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama proses pembangunan berlangsung.
Ia meminta seluruh pekerja menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai standar untuk meminimalisasi risiko kecelakaan kerja.
“Kami titip juga kepada pihak ketiga, para pekerja utamakan keselamatan kerja. Pakai pengaman, pakai safety. Kualitas itu harga mati, harus terjamin. Kita tidak mau nanti enam bulan sudah retak lagi, rusak lagi,” katanya.
Bupati juga mendorong pihak pelaksana untuk melibatkan masyarakat sekitar dalam pekerjaan yang memungkinkan dikerjakan oleh tenaga lokal.
Menurutnya, pelibatan warga sekitar dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat di lokasi pembangunan.
“Libatkan juga warga sekitar. Kalau ada pekerjaan-pekerjaan yang bisa dikerjakan warga sekitar, itu dilibatkan. Tapi pekerjaan ini harus sesuai dengan gambar yang ada,” ujarnya.
Zurdi Nata menegaskan, pelibatan masyarakat tidak boleh mengurangi standar pekerjaan. Seluruh pembangunan tetap harus mengacu pada gambar perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan proyek.
Di akhir kegiatan, Bupati mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, untuk ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kepahiang.
Ia berharap pengawasan secara bersama-sama dapat mendorong pelaksanaan proyek yang transparan, sesuai ketentuan, berkualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.(Advetorial)














