Kepahiang – Kekhawatiran warga terhadap kondisi jaringan listrik di lingkungan padat penduduk RT 11 RW 01 Desa Sidodadi, Kecamatan Pasar Ujung, akhirnya memuncak.
Pada Jumat (8/5/2026), warga melalui Sandes Syahputra resmi menyampaikan laporan kepada pihak PLN Kepahiang terkait tiang listrik yang dinilai tidak dimanfaatkan secara maksimal dan kondisi kabel yang dianggap membahayakan keselamatan masyarakat.
Laporan tersebut dibuat setelah warga mengaku sudah berulang kali mengalami korsleting listrik. Bahkan, menurut keterangan warga, jaringan listrik di wilayah itu pernah mengeluarkan percikan api saat hujan turun.
Sandes Syahputra mengatakan, kondisi kabel listrik yang saat ini digunakan warga sudah tidak layak pakai. Selain itu, sambungan listrik yang masih menggunakan sistem dari rumah ke rumah dinilai rawan menimbulkan bahaya.
“Kabel listrik wilayah tersebut sudah tidak layak pakai. Sambungan juga masih dari rumah ke rumah, memang sudah layak dimanfaatkan tiang tersebut,” ujar Sandes kepada awak media.
Keberadaan tiang PLN yang berdiri sejak lama namun belum dimanfaatkan untuk pemasangan jaringan resmi membuat warga mempertanyakan aspek keselamatan dan azas manfaat fasilitas tersebut. Terlebih, kawasan tersebut merupakan lingkungan padat penduduk dengan puluhan kepala keluarga yang bergantung pada aliran listrik setiap hari.
Kekhawatiran warga semakin besar karena mereka takut korsleting listrik sewaktu-waktu dapat memicu kebakaran besar di pemukiman.
“Kalau terjadi kebakaran, siapa yang siap bertanggung jawab,” tegas Sandes.
Diketahui, sedikitnya terdapat sekitar 18 rumah yang terdampak akibat kondisi jaringan listrik yang sering mengalami korsleting tersebut. Warga berharap pihak PLN Kepahiang segera melakukan pengecekan lapangan dan perbaikan jaringan demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Pasca membuat laporan tersebut kami meminta pihak PLN segera menindaklanjuti laporan ini,” tutupnya.(Redaksi)
