Bupati Kepahiang Dorong TPS3R Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Kurangi Beban TPA

KEPAHIANG – Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, mendorong penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) berbasis pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut dinilai tidak hanya penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat desa.

Hal itu disampaikan Zurdi Nata saat menghadiri kegiatan Revitalisasi Kinerja TPS3R Menuju Zero Waste di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Senin (14/9/2026).

Menurut Bupati, perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah menjadi salah satu kunci keberhasilan pengelolaan sampah. Sampah, kata dia, seharusnya mulai dipilah dan diolah sejak dari rumah sebelum dibawa ke TPS maupun TPA.

“Harus kita ubah mindset kita tentang sampah. Sebelum masuk ke TPA, sampah harus kita olah terlebih dahulu dari rumah,” kata Zurdi Nata.

Ia menjelaskan, masyarakat perlu membiasakan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, terutama sampah organik, plastik, serta sampah yang tidak dapat diolah kembali.

Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos untuk kebutuhan pertanian. Sementara sampah plastik dapat didaur ulang maupun dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

“TPS3R ini menjadi wadah pengolahan sampah di desa. Kalau dikelola dengan baik, sampah bisa memiliki nilai ekonomis dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos juga dapat menjadi alternatif bagi petani, khususnya ketika harga pupuk mengalami kenaikan.

Dengan konsep tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai aktivitas ekonomi produktif di tingkat masyarakat desa.

Zurdi Nata berharap revitalisasi TPS3R mampu memperkuat keterlibatan masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga hingga desa. Dengan pengolahan yang dilakukan sejak dari sumbernya, volume sampah yang harus diangkut ke TPA diharapkan semakin berkurang.

“Kalau sampah sudah kita olah dari rumah dan desa, tentu sampah yang masuk ke TPA akan semakin sedikit,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya keberlanjutan pengelolaan TPS3R. Menurutnya, TPS3R tidak cukup hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi harus benar-benar berfungsi sebagai pusat pengolahan sampah berbasis masyarakat.

Kegiatan revitalisasi tersebut dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepahiang di lokasi TPS3R Desa Bandung Jaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepahiang, Sumi Fitriani, mengatakan penguatan TPS3R merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung target Kabupaten Kepahiang menuju zero waste.

Kegiatan turut dihadiri Asisten Bidang Pembangunan Musi Dayan dan Camat Kabawetan Ansori.(Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *