Beri Efek Jera Pemdes Kutorejo Dan BMA Terapkan Sanksi Adat Terhadap Pelaku Asusila

KEPAHIANG, LSN – Pemerintah desa Kutorejo kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang bersama BMA Desa Kutorejo Dan dihadiri Ketua BMA Kabupaten Kepahiang Senin, (30/05/2022) terapkan Sanksi adat terhadap oknum pelaku Asusila.

Kepala Desa Kutorejo H. Nurkholis dalam sambutannya pada Acara prosesi penerapan Hukum Adat mengatakan, bahwa penerapan Hukum Adat terhadap oknum pelaku tindakan asusila bertujuan untuk memberikan Efek Jera, diharapkan dengan penerapan hukum adat yang dilakukan besama BMA supaya kejadian serupa tidak lagi terjadi di desa Kutorejo.

” sebelumnya Kita sudah Lakukan musyawarah antara Pemerintah desa Dan BMA Desa Kutorejo untuk menerapkan sanksi adat terhadap oknum pelaku, dengan tujuan memberikan efek jera dan kedepanya tidak ada lagi kejadian serupa,” Ujar Kholis.

Sementara itu Ketua BMA Kabupaten Kepahiang Gusti Santoso Didampingi Ketua BMA Desa Kutorejo Doni Mengatakan prosesi penerapan hukum Adat yang dijatuhkan yakni sanksi Punjung, cuci kampung, denda dan oknum pelaku diasingkan dari Desa.

Dirinya juga menegaskan bahwa prosesi penerapan hukum adat berupa Punjung, cuci kampung, denda serta pelaku diasingkan dari desa, ini bertujuan supaya ada efek jera dan kejadian serupa juga tidak terjadi lagi,” semoga dengan diterapkannya hukum adat akan berdampak baik supaya tidak ada lagi kejadian yang melanggar norma asusila ataupun melanggar hukum adat kedepanya,” Kata Gusti.

untuk diketahui bahwa prosesi penerapan hukum adat berupa cuci kampung di desa Kutorejo tidak hanya diterapkan terhadap pelaku Asusila saja namun juga berlaku bagi pelaku perzinahan Seperti Wanita Hamil pranikah.( Redaksi92)

 

 

__Terbit pada
Mei 30, 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.