Tersangka Pembunuhan Di Lebong Terancam Hukuman Mati

LEBONG, LSN – Tersangka pembacokan AS (21) Warga desa Tik Kuto Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong terancam hukuman mati.

Kapolres Lebong AKBP, Awilzan, SIk pada keterangan Pers Nya menjelaskan Kronologis kejadian bermula pada hari kamis (21/04/2022) sekitar pukul 07.00 WIB, pelaku terbangun dari tidurnya dan menuju kamar di lantai dua rumahnya sambil memainkan HP merk Xiaomi milik pelaku.

Sekitar pukul 09.00 WIB pelaku turun kelantai satu dan meletakkan HP nya di ranjang kamar milik ibunya, Kemudian setelah itu pelaku naik lagi kelantai dua sambil membuka jendela dan mendengar ada suara orang yang masuk kerumahnya dan setelah mengintip dari sela lantai 2 pelaku melihat ada orang yang masuk kerumahnya.

Melihat hal tersebut pelaku turun kelantai satu dan melihat HP miliknya yang semula dikamar ibunya sudah tidak ada lagi, Kemudian pelaku keluar rumah dan menemui korban dan menanyakan “WAK ADA MELIHAT HP AKU?” kemudian korban menjawab “TIDAK ADA GUNG” kemudian pelaku langsung masuk kedalam rumah dan berniat ingin membunuh korban, pelaku mengambil parang milik pelaku yang berada didapur rumah pelaku, setelah itu langsung pergi melalui pintu belakang rumah pelaku kearah jalan raya.

Kemudian pelaku sempat mampir kerumah saksi dan mengobrol, selesai mengobrol pelaku kembali lagi kerumahnya.

Pada saat pelaku kembali ke rumah pelaku, pelaku melihat korban (Hermansyah) sedang duduk didepan rumahnya, lalu pelaku langsung menghampiri korban, dan duduk di samping korban, pada saat itu pelaku menanyakan kepada korban “kamu ada mengambil hp milik saya” lalu korban menjawab ” tidak ada saya mengambil hp milik kamu”

Kemudian pelaku merasa emosi mendengar jawaban korban, kemudian pelaku langsung mengayunkan senjata tajam berupa parang yang pelaku pegang dengan mengunakan tangan kanan pelaku, kearah leher korban, pada saat itu korban terduduk, lalu pelaku langsung membacok kearah leher korban sebanyak 6 (enam) kali, sehingga kepala korban terputus dari lehernya, setelah itu datang saksi Sudi dari arah jalan raya, sambil mengatakan “kenapa kamu buat seperti itu?

Lalu pelaku langsung mengejar Sudi sambil membawa parang pelaku tersebut dan ingin membacok Sudi, pada saat sampai di area sawah dipinggir jalan, pelaku bersama Sudi berkelahi, dan Sudi merebut parang milik pelaku dan membuangnya, kemudian pelaku diamankan oleh warga sekitar.

” Adapun Alasan Pelaku Melakukan pembunuhan terhadap korban, pelaku emosi saat mendengar jawaban korban yang tidak mengakui telah mengambil handphone milik pelaku, pelaku menanyakan dengan korban sudah 2 kali namun korban tetap tidak mengakui telah mencuri handphone milik pelaku,” jelas Kapolres

Ditambahkan Kapolres barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu bilah senjata tajam jenis parang bergagang kayu berwarna coklat dengan panjang kurang lebih 45 cm(centimeter) milik Pelaku, satu bilah senjata tajam jenis pedang bergagang kayu berwama coklat dengan panjang kurang lebih 53 cm (centimeter) milik korban, satu lembar baju lengan pendek berwarna putih yang telah sobek dan berlumuran darah milik korban dan satu buah topi berwarna coklat.

“Pasal yang dikenakan yaitu, Pasal 340 KUHPidana sub Pasal 338 KUHPidana lebih subsider Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20(dua puluh) tahun penjara,” tutupnya. (Randes)

__Terbit pada
April 28, 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.