Ayah Dan Anak Di Amankan Polisi

LEBONG, LSN – Polres Lebong berhasil mengamankan dua tersangka penusukan di desa Daneu di beberapa hari kemarin, pelakuĀ  penusukan tersebut merupakan tetangga rumah. Penusukan tersebut berawal dari adu mulut antara korban dengan pelaku penusukan.

Disampaikan Kapolres Lebong, AKBP Awilzan S.IK didampingi Kasat reskrim IPTU Alexander SH pada confrence pers yang di gelar di Markas komando Polres, bahwa saat ini pihaknya telah mengamankan kedua tersangka yang merupakan ayah dan anak, yang menusuk korban hingga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis karena isi perutnya keluar.

“Kronologis kejadian Selasa (19/04/2022) sekitar pukul 16.00 WIB di desa Daneu yang menyebabkan korban mengalami luka di bagian perut,” ungkap Kapolres.

Ditambahkan Kapolres bahwa, pemicu keributan tersebut, yang pertama terjadi keributan antara anak pelaku dengan korban dan setelah itu melihat anaknya ribut, ayah pelaku langsung mengambil pisau kemudian melakukan pengroyokan sehingga mengakibatkan tertusuknya perut korban.

Ditambahkannya bahwa, pelaku yang diamankan BS (56) warga Daneu dan SN (26) warga Daneu, sedangkan korban yang merupakan tetangga pelaku yakni S (40).

“Kronologis penangkapan, setelah menerima laporan, anggota satreskrim Polres Lebong langsung mendatangi TKP dan kemudian untuk pelaku tidak melakukan perlawanan langsung dibawa ke Polres Lebong.

Pelaku terancam pidana paling lama penjara 9 tahun,” jelas Kapolres.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka BS yang diduga melakukan penusukan terhadap korban, saat dikonfirmasi mengatakan kejadian berawal saat korban S tengah memotong besi, semacam alat kendaraan bermotor dengan menggunakan mesin gerinda yang berdekatan dengan kamar pelaku.

Pelaku yang awalnya akan beranjak tidur sore, merasa terganggu dengan suara berisik mesin pemotong besi tersebut, segera keluar rumah dan menegur korban.

“Jangan berisik disini, jauh dikit, ini kan dekat kamar aku” katanya.

Kemudian, tidak terima ditegur, korban menjawab “ini rumah aku” Cekcok mulut tersebut berlanjut hingga menarik perhatian warga lain.

Selanjutnya oleh warga, tersangka BS ditenangkan ke dalam rumah. Setelah di dalam rumah, BS mendengar anaknya SN yang masih di luar rumah lanjut beradu mulut dengan korban S, karena masih emosi, BS kembali keluar rumah dan melihat anaknya dipukul oleh S, emosi BS yang belum reda, kembali memuncak, tanpa berfikir lagi ia langsung menghampiri korban dan menusuknya.

“Saya melihat S sedang memukul anak saya. Jadi aku khilaf, saya mengambil pisau langsung tusuk, tujah,” katanya. (Randes)

__Terbit pada
April 21, 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.